Tradisi Salaman Pagi di SMK Syafii Akrom


Bersalaman adalah perbuatan yang memang dianjurkan dilakukan sesama muslim, dengan tanpa terikat oleh waktu, tempat, dan peristiwa tertentu. Kita dapat melakukannya ketika pagi, siang, sore, dan malam, ketika berdiri, duduk, dan berbaring, ketika diam atau berjalan, mukim atau musafir, bertemu dan berpisah, di majelis dan di luar majelis, atau kapan pun

Bersalaman atau salim sudah menjadi sebuah tradisi setiap pagi hari di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan. Setiap pagi para guru dan karyawan  yang bertugas piket serta Kepala sekolah menyambut kedatangan para siswa di pintu masuk sekolah. Tradisi ini dilakukan setiap pagi, dan membuat para peserta didik merasa diperhatikan dengan baik.

 

Tradisi salaman pagi merupakan salah satu bentuk dari pendidikan karakter yang kini tengah digalakkan oleh pemerintah. Tradisi salaman pagi adalah pencerminan dari penghormatan antara yang muda dan tua dengan cara mencium tangan. Di situlah terjadi penghormatan seorang peserta didik kepada pendidik dan sebaliknya. Dengan tradisi salaman ini diharapkan semua peserta didik akan merasa memiliki kedekatan yang lebih dengan para pendidik atau gurunya. Selain itu peserta didik yang datang ke sekolah akan merasa dihormati dan dihargai dengan sambutan ramah dari para pendidik.

 

Manfaat paling terasa dari tradisi salaman pagi adalah membuat para guru lebih tahu dari awal, mana siswa yang telah siap belajar, dan mana siswa yang belum siap belajar. Hal itu terlihat dari cara para peserta didik berpakaian. Para peserta didik yang terlihat belum rapi pakaiannya maka akan mendapatkan pengarahan dari guru.  Siapa saja siswa yang telah siap datang ke sekolah, maka ada keceriaan di sana. Ada senyuman manis di bibir yang seolah mengatakan, “saya sudah siap belajar hari ini”.

 

Akhirnya tradisi salaman pagi akan mampu membuat para penyelenggara pendidikan menyiapkan 5S dalam kesehariannya di sekolah. Ada senyum, sapa, sabar, syukur dan sehat terjadi di sana. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi setiap peserta didik.

Diharapkan tradisi salaman pagi ini dapat terus berlangsung sampai kapanpun di Sekolah kita tercinta. Para guru menyambut para peserta didiknya yang tiba di sekolah. Tradisi bersalaman tak akan punah apabila para pendidik dan peserta didik memahami manfaat salaman pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *